Gaji Besar Belum Tentu Sehat Secara Finansial... Kenapa?

Ada orang bergaji Rp15 juta yang selalu kehabisan uang sebelum akhir bulan. Ada juga orang bergaji Rp7 juta yang rutin menabung, tidak memiliki utang konsumtif, dan memiliki dana darurat.

Siapa yang lebih sehat secara finansial?

Gaji besar memang memberikan lebih banyak pilihan. Namun, tingginya penghasilan tidak otomatis membuat seseorang pandai mengelola uang.

Gaji Bukan Gambaran Utuh Kondisi Keuangan

Penghasilan hanya menunjukkan berapa banyak uang yang masuk. Kesehatan finansial juga ditentukan oleh ke mana uang tersebut pergi dan berapa banyak yang berhasil dipertahankan.

Menurut Consumer Financial Protection Bureau, seseorang dapat dikatakan memiliki kesejahteraan finansial ketika mampu:

  • mengendalikan keuangan sehari-hari;
  • menghadapi pengeluaran tidak terduga;
  • bergerak menuju tujuan finansial; dan
  • memiliki kebebasan untuk membuat pilihan yang membuat hidupnya lebih nyaman.

Menariknya, definisi tersebut tidak menyebutkan jumlah gaji tertentu.

Artinya, orang dengan gaji besar belum tentu sehat secara finansial jika pengeluarannya selalu mengejar atau bahkan melebihi pendapatannya.

Jebakan Bernama Lifestyle Inflation

Saat gaji meningkat, gaya hidup sering ikut naik.

Dahulu kopi Rp20 ribu terasa cukup. Setelah penghasilan meningkat, kopi Rp60 ribu terasa biasa. Kendaraan, tempat tinggal, restoran, perangkat, dan liburan perlahan naik kelas.

Peningkatan kualitas hidup bukan sesuatu yang salah. Masalahnya muncul ketika setiap kenaikan pendapatan langsung berubah menjadi kenaikan pengeluaran.

Misalnya, gaji naik dari Rp8 juta menjadi Rp12 juta. Namun, biaya hidup juga naik dari Rp7 juta menjadi Rp11,5 juta. Secara nominal, penghasilannya meningkat. Kemampuan menabungnya justru tidak banyak berubah.

Kekayaan Adalah Uang yang Tidak Terlihat

Dalam The Psychology of Money, Morgan Housel mengatakan, “Wealth is what you don’t see.”

Pakaian mahal, mobil baru, dan liburan mewah menunjukkan bahwa seseorang pernah mengeluarkan uang. Semua itu tidak menunjukkan berapa banyak tabungan, investasi, atau utang yang ia miliki.

Karena itu, jangan mengukur kesehatan finansial hanya dari gaya hidup yang terlihat. Kondisi sebenarnya berada di balik layar: arus kas, kewajiban, aset, dan kemampuan menghadapi keadaan darurat.

Empat Hal yang Lebih Penting daripada Besarnya Gaji

1. Arus kas

Setelah seluruh kebutuhan dan kewajiban dibayar, apakah masih ada uang yang tersisa? Gaji besar tidak banyak berarti jika pengeluaran selalu lebih tinggi.

2. Dana darurat

Apakah pengeluaran mendadak harus dibayar dengan tabungan atau justru menggunakan utang baru? Kemampuan menghadapi kejutan merupakan bagian penting dari kesehatan finansial.

3. Jumlah utang

Cicilan rumah atau modal usaha berbeda dengan utang untuk mempertahankan gaya hidup. Perhatikan total kewajiban, bukan hanya besarnya cicilan masing-masing.

4. Tingkat tabungan dan investasi

Berapa bagian dari penghasilan yang berhasil disimpan untuk masa depan? Penghasilan besar tanpa tabungan berarti seluruh uang hanya lewat.

Coba Bandingkan

A menerima gaji Rp15 juta, memiliki pengeluaran Rp14,5 juta, tidak mempunyai dana darurat, dan masih membayar beberapa cicilan konsumtif.

B menerima gaji Rp8 juta, menghabiskan Rp6 juta, rutin menabung Rp1,5 juta, dan memiliki dana darurat.

A memang menghasilkan lebih banyak. Namun, B memiliki kontrol dan ketahanan finansial yang lebih kuat.

Bukan berarti penghasilan tidak penting. Pendapatan yang lebih tinggi tetap dapat mempercepat pencapaian tujuan. Namun, manfaat tersebut hanya terasa jika selisih antara pendapatan dan pengeluaran ikut meningkat.

Kesimpulan

Kesehatan finansial bukan perlombaan untuk terlihat paling kaya. Tujuannya adalah memiliki kendali terhadap uang, mampu menghadapi keadaan tak terduga, dan tetap bergerak menuju tujuan hidup.

Jadi, daripada hanya bertanya, “Berapa besar gajiku?”, coba tanyakan:

“Berapa banyak penghasilanku yang benar-benar membangun masa depanku?”

Sebab gaji menunjukkan berapa banyak uang yang kita hasilkan. Kebiasaan finansial menunjukkan seberapa baik kita mempertahankannya.