âBayar nantiâ memang terdengar lebih ringan daripada âutangâ. Padahal, keduanya punya arti yang sama: kita memakai uang dari penghasilan yang belum diterima.
Paylater sebenarnya tidak selalu buruk. Masalahnya muncul ketika kemudahan mencicil membuat kita merasa mampu membeli sesuatu yang sebenarnya belum mampu kita bayar.
Kenapa Paylater Terasa Murah?
Tas seharga Rp1,2 juta mungkin terasa mahal. Namun, ketika ditampilkan sebagai âhanya Rp200 ribu per bulanâ, barang tersebut tiba-tiba terlihat terjangkau.
Harganya tidak berubah. Cara otak kita melihat harga itulah yang berubah.
Richard Thaler dan Cass Sunstein dalam buku Nudge menjelaskan bahwa cara sebuah pilihan ditampilkan dapat memengaruhi keputusan seseorang. Dalam paylater, perhatian kita diarahkan pada cicilan kecil, bukan total uang yang harus dibayar.
Penelitian dalam Journal of Retailing juga menemukan bahwa konsumen yang menggunakan metode buy now, pay latercenderung meningkatkan pengeluaran belanja daringnya. Jadi, paylater bukan hanya mengubah cara kita membayar, tetapi juga bisa mendorong kita membeli lebih banyak.
Kapan Paylater Masih Aman?
Paylater dapat membantu jika digunakan sebagai alat mengatur waktu pembayaran, bukan sebagai tambahan penghasilan.
Misalnya, laptop untuk bekerja tiba-tiba rusak beberapa hari sebelum gajian. Kita memiliki sumber pembayaran yang jelas, sudah menghitung seluruh biayanya, dan mampu melunasinya tanpa mengganggu kebutuhan utama. Dalam situasi seperti ini, paylater bisa menjadi solusi jangka pendek.
Sebelum menggunakannya, coba tanyakan:
- Apakah barang ini benar-benar dibutuhkan?
- Apakah saya tetap akan membelinya jika harus membayar penuh?
- Berapa total harga setelah bunga dan biaya layanan?
- Dari mana uang untuk membayar cicilannya?
- Apakah cicilan ini akan mengganggu tabungan dan kebutuhan pokok?
Kalau jawabannya masih ânanti dipikirkanâ, berarti pembeliannya juga sebaiknya dilakukan nanti.
Tanda Paylater Sudah Menjadi Jebakan
Paylater mulai berbahaya ketika digunakan untuk makanan, transportasi, pulsa, atau kebutuhan rutin karena uang bulanan sudah habis.
Tanda lainnya adalah memiliki banyak cicilan kecil dari beberapa aplikasi. Cicilan Rp100 ribu memang terlihat ringan. Namun, jika ada enam cicilan sekaligus, kewajibannya menjadi Rp600 ribuâbelum termasuk bunga dan biaya lainnya.
Menurut laporan Consumer Financial Protection Bureau, salah satu risiko BNPL adalah loan stacking, yaitu kondisi ketika seseorang memiliki beberapa pinjaman dalam waktu bersamaan. Banyaknya cicilan dan tanggal jatuh tempo dapat membuat total kewajiban sulit dipantau.
Di Indonesia, paylater juga diperlakukan sebagai layanan pembiayaan, bukan sekadar fitur belanja. Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 32 Tahun 2025 mengatur keterbukaan informasi, pelaporan, penagihan, dan perlindungan konsumen dalam layanan BNPL. Artinya, transaksi paylater tetap merupakan kewajiban finansial yang perlu dianggap serius.
Limit Bukan Berarti Kamu Mampu
Aplikasi mungkin memberikan limit Rp5 juta. Namun, limit tersebut menunjukkan jumlah yang bersedia dipinjamkan oleh penyedia layananâbukan jumlah yang aman untuk kita gunakan.
Morgan Housel dalam The Psychology of Money menjelaskan bahwa keberhasilan mengelola uang lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku daripada kecerdasan. Kita mungkin tahu bahwa utang berlebihan berbahaya, tetapi pengetahuan itu tidak banyak membantu jika setiap promo selalu berakhir dengan transaksi baru.
Karena itu, jangan mengikuti batas dari aplikasi. Buat batas berdasarkan penghasilan dan kondisi keuangan sendiri.
Jadi, Solusi atau Jebakan?
Paylater menjadi penolong ketika digunakan untuk kebutuhan yang terencana, sumber pembayarannya jelas, dan cicilannya tidak mengganggu kebutuhan utama.
Sebaliknya, paylater menjadi jebakan ketika dipakai untuk membeli karena takut ketinggalan tren, mengejar diskon, atau mempertahankan gaya hidup di luar kemampuan.
Sebelum menekan tombol âbayar nantiâ, jangan hanya bertanya:
âCicilannya berapa?â
Tanyakan juga:
âKalau harus membayar penuh hari ini, apakah aku masih akan membelinya?â
Jika jawabannya tidak, mungkin kamu bukan sedang mencari cara membayar. Kamu sedang mencari alasan untuk membeli.
Respon & Diskusi (0)
Tinggalkan Tanggapan Anda